Sebelum melakukan investasi di Bursa Berjangka, sebaiknya calon investor yang belum mengerti benar investasi kontrak berjangka agar mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut :
Pertama: Siapa saja yang berminat untuk berinvestasi dalam kontrak berjangka, hendaknya memiliki dana lebih yang bukan uang pinjaman dan bukan uang yang masih berupa transaksi margin.
Kedua: Calon investor perlu memikirkan persiapan uang jaminan (margin) karena dalam melakukan transaksi kontrak berjangka, pihak yang melakukan penjualan maupun pembelian harus memberikan uang jaminan. Oleh karena kontrak berjangka memperdagangkan risiko , risiko itu harus ada jaminannya.
Ketiga: Calon investor perlu memahami secara nyata produk yang ditransaksikan di bursa dari faktor sifat dan karakteristiknya mengingat masing-masing jenis memilki ciri yang berbeda.
Keempat: Investor harus menyediakan investasi dengan dana terencana dan siap menghadapi risiko terburuk yaitu kerugian.
Kelima: Dana cadangan perlu disiapkan pula untuk membeli kontrak berjangka komoditi lain yang pasarnya terlihat sangat aktif. Oleh karena itu, portofolio investasi dilakukan secara menyebar untuk menekan risiko seminimal mungkin.
Keenam: Dalam hal tidak ada transaksi short dalam kontrak berjangka, jangan melakukan investasi atau transaksi coba-coba.
Ketujuh: Calon investor (nasabah) dianjurkan memilih pialang yang memiliki performance yang baik dan memberikan layanan terbaik dari berbagai segi, terutama penetapan jumlah dana yang diperbolehkan untuk diinvestasikan dan fee yang harus dibayar karena di sana tidak ada patokan tetap dan semuanya bergantung pada pialang.
Kedelapan: Agar calon investor mempersiapkan data historis pergerakan harga kontrak berjangka komoditi atau produk yang diperdagangkan di pasar internasional atau lokal selama paling tidak tiga bulan ke belakang untuk bahan analisis dan melihat kecenderungan pergerakan pasar. Dengan demikian, frekuensi kenaikan harga untuk investasi dapat ditentukan besarannya.
Kesembilan: Calon investor hendaknya mempertimbangkan ekonomi makro, keadaan perdagangan luar negeri, serta kebijakan terkait dalam kontrak berjangka maupun produknya. Harga-harga komoditi internasional pun harus dipelajari karena penetapan harga komoditi lokal tidak berbeda jauh dengan harga komoditi internasional yang sejenis.
Kesepuluh: Calon investor harus memperhatikan batas akhir kontrak karena saat kontrak habis, investor siap menerima barang yang jumlah dan volumenya bergantung pada nilai investasi. Hal itu akan menambah biaya berupa ongkos pengiriman, penyimpanan dan ongkos asuransi.
Jika kesepuluh langkah tersebut diterapkan, risiko yang mungkin timbul dalm berinvestasi di Bursa Berjangka diharapkan dapat dihindari, dan potensi memperoleh keuntungan pun dapat direalisasi. Selain itu, jangan terlalu bernafsu dan tetap berhati-hati atau waspada.
Free Signal GBPUSD, Good Luck
Thursday, November 20, 2008
KIAT-KIAT BERTRANSAKSI DALAM PERDAGANGAN BERJANGKA
Diposkan oleh Sigit Murdiyono, S.T di 4:08 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 komentar:
Post a Comment